Pernahkah anda mendengar lampu sehen yang katanya 4 kali lebih hemat dari lampu biasa 60 watt? Lampu sehen ternyata sudah banyak digunakan untuk menerangi wilayah dan pulau terpencil di Indonesia Timur.
Lampu sehen merupakan singkatan dari lampu super ekstra hemat energi (sehen) yang memiliki daya sekitar 15 watt yang sumber listriknya berasal dari tenaga surya atau sinar matahari.
"Lampu sehen merupakan lampu buatan saya yang kepanjangannya lampu super ekstra hemat energi. Lampu ini 4 kali lebih hemat dari lampu biasa yang 60 watt," ungkap Direktur Operasi Indonesia Timur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Vickner Sinaga di kantornya, Jumat (10/6).
Penggunaan lampu jenis LED tersebut memang ditujukan demi meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Timur (NTT) yang masih rendah, yaitu masing-masing 32% dan 26%. Vickner berharap kedua wilayah tersebut dapat meningkatkan rasio elektrifikasinya menjadi 61% pada tahun ini.
"Jadi yang seharusnya untuk mencapai 61% itu dicapai dalam waktu 65 tahun. Tapi kita harus bisa kejar dengan lampu sehen dalam waktu setahun," ungkapnya. Memang jika menggunakan cara yang normal dengan membangun jaringan listrik, peningkatan rasio elektrifikasi di Indonesia Timur yang kondisi geografisnya sulit akan membutuhkan waktu yang lama. (OL-8)


