(VIP) logo(VIP) Members | | WAP | RSS | Support Produk Anda
Business center
Member
Published information
Promosi
Rank Promotion
Rank
 

Google Lindungi Pengguna Internet

Enlarge Font  Decrease font size Publikasi: 2010-11-01   Dilihat: 55 kali
Kunjungan ke berbagai situs internet seringkali dimulai dari pencarian di Google. Sebagai 'gerbang pertama', Google puny
Kunjungan ke berbagai situs internet seringkali dimulai dari pencarian di Google. Sebagai 'gerbang pertama', Google punya cara untuk menjamin keamanan penggunanya.

Metode yang dilakukan Google dibeberkan dalam SecTor 2010, sebuah konferensi keamanan yang digelar di Toronto, Kanada. Metode itu melibatkan algoritma proprietary dari sang raja pencarian.

Algoritma Google digunakan untuk mencari situs yang melakukan penyebaran program jahat dan juga situs yang telah terinfeksi kode berbahaya. Fabrice Jaubert, dari tim Antimalware di Google, mengatakan proses itu sukses menemukan dan memblokir jutaan situs jahat.

Namun, ujar Jaubert, dalam banyak hal proses itu masih seperti man kucing-kucingan. "Sama seperti siklus program antivirus. Kami semakin baik dalam menemukan mereka, para penjahat kemudian akan menemukan cara lebih baik untuk bersembunyi," ujarnya.

Tahap pertama dalam jurusnya, Google akan menjalankan virtual machine yang menggunakan sistem operasi Windows dan browser Internet Explorer. Simulasi titik terlemah internet ini kemudian akan dipantau untuk mengetahui apa saja yang terjadi.

Seakan menatap penuh curiga, semua proses baru, file baru dan perubahan pada registry di mesin virtual itu akan ditandai. Kemudian, semua file yang masuk di-scan dengan software antivirus. Informasi dari mesin virtual itu lalu digabungkan dengan data dari crawler Google.

Walau demikian, Jaubert mengatakan, ada sekitar 1.5% data pencarian Google yang masih mengandung tautan ke situs penyebaran program jahat. Tautan ke situs seperti itu biasanya akan ditempeli halaman peringatan oleh Google.

Jurus Balasan


Penjahat cyber rupanya tidak tinggal diam menghadapi aksi Google. Jaubert mengatakan dalam 12 bulan terakhir ada banyak server 'jahat' yang melakukan redirect ke server 'aman' agar tak terpantau oleh Google.

Jurus lain yang juga mengkhawatirkan adalah situs yang menyediakan antivirus palsu. "Situs antivirus palsu bisa muncul dan hilang lagi hanya dalam waktu satu jam. Jadi sangat sulit untuk menghentikan mereka," tutur Jaubert.

Situs 'aman' yang kemudian terinfeksi kode jahat menurut Jaubert juga meningkat. Sekadar browsing ke 'tempat biasa' pun bisa jadi berisiko bagi pengguna internet yang kurang waspada.
 
[ Cari Berita ]  [ ]  [ Beritahu teman ]  [ Print ]  [ Tutup halaman ]  [ Keatas ]

 
Komentar 0 [ Semua ]  Rating / Komentar

 
Photo
Pilihan Berita
Popular
 
 
Home | Intro | Tentang Kami | Kontak | Use Agreement | Copyright | Site Map | Link | Buku Tamu | Periklanan | Pro B2B
Global Akses Grup: Akses Point | PanturaNet | Bursa Energi | Sentralweb
© 2008-2010 Cv. Global Akses Teknologi
Produkanda.Com merupakan Portal B2B Indonesia yang berisi direktori bisnis, katalog produk, lowongan pekerjaan, informasi bisnis dan daftar perusahaan di Indonesia.
eXTReMe Tracker