Facebook mengakui penipuan menjadi masalah utama yang dialami situs jejaring sosial itu. Mereka sedang mencari cara baru untuk mendeteksi kejahatan tersebut.Pernyataan tersebut diungkapkan oleh kepala kebijakan publik Facebook di Eropa Richard Allan.
Pembajakan akun Facebook oleh para penjahat menjadi masalah bagi layanan jejaring sosial ini sehingga mereka akan menerapkan cara baru untuk mendeteksi akun yang telah dibajak.
Di masa depan, pengguna akan diberi peringatan jika akun mereka telah diakses dari lokasi yang tidak biasa atau menggunakan metode yang mencurigakan.
“Jika Anda masuk ke Facebook dari tempat yang tidak biasa, Anda akan mendapat pertanyaan ekstra,” kata Lord Allan kepada Guardian.
“Selain itu, jika Anda mengakses Facebook dengan perangkat baru, kami akan memberi peringatan lewat SMS atau email.”
Pengakuan tersebut datang setelah sekretaris jenderal Intepol Ronald K Noble mengungkapkan bahwa pembajak telah mengakses akun Facebook miliknyaa sebagai upaya mengumpulkan informasi sensitif dari beberapa penjahat paling dicari di dunia.
Penjahat tersebut membuat dua akun palsu atas nama Noble untuk memperoleh informasi soal operasi kejahatan dari lembaga polisi internasional.
Juru bicara Facebook mengatakan bahwa situs tersebut menggunakan sistem otomatis rumit untuk mengidentifikasi akun yang rentan kejahatan.
Setelah satu pesan palsu diidentifikasi, semua pesan yang dikirim ke pengguna Facebook lainnya akan dihapus secara otomatis.
“Kami memberikan perangkat laporan yang kuat kepada pengguna untuk melaporkan setiap konten yang meragukan dan apapun yang melangar persyaratan kami sehingga konten tersebut dapat dihapus dengan cepat,” kata pihak Facebook dalam sebuah pernyataan.



