HINGGA semester pertama 2009, standar teknologi jaringan nirkabel, atau wireless local area network (WLAN), yang populer di dunia hanya ada tiga, yaitu standar Wi-Fi (wireless fidelity) 802.11a, 802.11b, dan 802.11g.Namun pada Oktober 2009, dunia mendapatkan satu lagi standar WLAN, yaitu Wi-Fi 802.11n. Dibandingkan standar-standar terdahulu, Wi-Fi 802.11n menawarkan kecepatan transfer data lebih tinggi serta jangkauan lebih jauh. Berkat segenap keunggulan teknologi WLAN Wi-Fi 802.11n, firma riset ABI (Allied Business Intelligence) Research Inc memperkirakan, adopsi peralatan WLAN berteknologi Wi-Fi 802.11n di dunia pada 2010 akan meningkat pesat.
"Pada 2010, volume penjualan global peralatan WLAN berteknologi Wi-Fi 802.11n akan mencapai 32,2 juta unit. Artinya, Wi-Fi 802.11n akan menguasai pangsa pasar global lebih dari 20 persen pada tahun ini," tutur Industry Analyst ABI Research Inc Serene Fong. Dari sisi produsen, ABI Research memperkirakan Cisco Systems Inc akan mendominasi pasar global peralatan jaringan WLAN Wi- Fi 802.11n dengan pangsa pasar sekitar 63 persen pada 2010.
Pada periode yang sama, ABI Research menambahkan, Aruba Networks Inc akan menempati posisi kedua dengan pangsa pasar global sekitar 25 persen. "Para produsen tersebut berjuang keras meningkatkan pangsa pasar dengan merilis produk yang memiliki jangkauan lebih jauh dan berkinerja lebih konsisten," papar Research Associate ABI Research Inc Khin Sandi.
Lebih dari itu, ABI Research menambahkan, para produsen peralatan WLAN juga berlomba memangkas harga. Salah satu contoh adalah Aruba. ABI Research menyebutkan, saat ini Aruba sudah merilis peralatan jaringan WLAN Wi-Fi 802.11n yang berharga sama dengan peralatan jaringan WLAN Wi-Fi 802.11g.
"Kehadiran produk-produk peralatan jaringan WLAN Wi-Fi 802.11n berharga murah, seperti produk dari Aruba mampu mendorong pertumbuhan pasar global peralatan jaringan WLAN karena konsumen dan perusahaan yang belum memanfaatkan WLAN menjadi tertarik menggunakannya," jelas Khin.
Firma riset International Data Corp (IDC) menambahkan, kemajuan teknologi WLAN, sekaligus penurunan harga produk peralatan jaringan WLAN,akan membuat teknologi jaringan kabel, atau ethernet,semakin terdesak.
"Dulu Wi-Fi adalah kebutuhan sekunder atau bahkan tersier, tetapi kini Wi-Fi adalah kebutuhan primer. Pasar Wi-Fi di seluruh wilayah di dunia bertumbuh pesat berkat kehadiran aplikasi, peralatan, dan teknologi baru," papar Director Enterprise Communications Infrastructure IDC Rohit Mehra.
Di dunia, teknologi konektivitas kabel memang semakin terdesak oleh nirkabel. Firma riset Strategy Analytics Inc mengungkapkan, kabel saat ini mulai terancam karena para produsen teknologi semakin agresif mengembangkan teknologi transfer data nirkabel berkecepatan tinggi.
"Pada 2014, lebih dari dua miliar unit alat elektronik yang tersedia di pasar tidak akan lagi menggunakan kabel seperti HDMI (high definition multimedia interface), tetapi teknologi transfer data nirkabel jarak dekat berkecepatan tinggi," ujar Research Analyst Strategy Analytics Inc Christopher Taylor. Di antara para raksasa teknologi dunia, Sony Corp diketahui sebagai produsen teknologi yang paling agresif mengembangkan teknologi transfer data nirkabel jarak dekat berkecepatan tinggi.
Saat ini Sony sedang mengembangkan teknologi bernama TransferJet. Teknologi tersebut diklaim mampu mentransfer data secara nirkabel dengan kecepatan 560 Mbps (megabit per detik). Alhasil, Teknologi TransferJet memungkinkan alat-alat elektronik saling mentransfer data berukuran besar, misalnya video definisi tinggi, dengan kecepatan sangat tinggi.
Sony bertekad menanam teknologi TransferJet ke dalam produkproduk elektroniknya pada masa mendatang. Sony juga mendorong produsen elektronik lain untuk memanfaatkan TransferJet sehingga akan tersedia semakin banyak produk yang mampu berkomunikasi denganTransferJet.

