India kemungkinan bakal menghentikan sementara layanan BlackBerry jika masalah keamanan tidak terselesaikan dalam pertemuan hari ini.
Perselisihan antara perusahaan asal Kanada dan pemerintah di penjuru dunia tampaknya jauh dari selesai. Ultimatum terbaru dari India untuk pembuat BlackBerry, Research In Motion (RIM), muncul sehari setelah perusahaan itu bersedia memberikan kode pengguna sehingga pemerintah Arab Saudi dapat memonitor BlackBerry Messenger (BBM). Itu dilakukan agar Saudi tidak menghentikan layanan BlackBerry. Layanan email dan pesan BlackBerry merupakan target bagi pemerintah di berbagai negara yang khawatir dengan keamanan nasionalnya.
India, seperti beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika Utara, ingin akses ke sistem komunikasi BlackBerry yang dituduh terkait aktivitas militan, termasuk serangan Mumbai pada 2008 yang menewaskan 166 orang.
"Pemerintah India akan bertemu dengan operator telekomunikasi pada Kamis (12/8)," kata Kepala Keamanan Dalam Negeri India UK Bansal.
Tidak jelas apakah RIM akan ikut dalam pertemuan itu. RIM menolak berkomentar. Kementerian Dalam Negeri India akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan batas waktu bagi RIM untuk bersedia memberikan akses rincian encryption dalam sistem telekomunikasinya.
"Ada beberapa yang dapat dibicarakan tentang batas waktu dan proposal untuk mengambil langkah tegas terhadap layanan Black- Berry selama pertemuan," kata pejabat Pemerintah India yang menolak disebut namanya karena dia tidak berwenang berbicara pada media.
Pejabat senior pemerintah India lainnya menyatakan, para operator telepon seluler dapat diminta untuk menghentikan layanan Enterprise Email dan Messenger milik RIM secara sementara,sebagai alternatif terakhir jika RIM tidak bersedia memberikan akses ke data mereka.
"Jika mereka tidak memberikan solusi, kami akan meminta para operator seluler menghentikan layanan tertentu. Layanan itu dapat diaktifkan lagi saat mereka (RIM) memberikan kami solusinya," papar sumber tersebut. Tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan keamanan India itu tergantung pada para operator telepon seluler di India daripada RIM.
Kesuksesan BlackBerry selama beberapa tahun terakhir terkait keamanan jaringannya, membuat para eksekutif dapat berkomunikasi secara aman. Tapi, inilah yang justru menjadi masalah bagi otoritas keamanan di berbagai negara. Pemerintah Jerman telah melarang politisi dan pegawai negeri menggunakan BlackBerry.
Sedangkan Komisi Uni Eropa bulan ini menolak BlackBerry untuk lebih mendukung iPhone dari Apple and smartphone HTC. RIM, tidak seperti pesaingnya, Nokia dan Apple, mengoperasikan jaringan mereka sendiri melalui layanan terlindung di Kanada dan beberapa negara seperti Inggris.

